SMA NEGERI JUMAPOLO LAKSANAKAN UJI COBA MASSAL SI-SPMB 2026 SECARA DARING

SMA NEGERI JUMAPOLO LAKSANAKAN UJI COBA MASSAL SI-SPMB 2026 SECARA DARING

SMA Negeri Jumapolo menyelenggarakan kegiatan uji coba massal Aplikasi Sistem Informasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SI-SPMB) 2026 pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Nomor 400.3.8/51/BPMPTP/2026 tentang pelaksanaan uji coba sistem secara daring. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh SMA dan SMK Negeri sebagai langkah persiapan implementasi SPMB tahun 2026. Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan mampu memahami alur sistem secara menyeluruh. Selain itu, siswa juga diberikan pengalaman langsung dalam menggunakan aplikasi tersebut. Pelaksanaan uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis dan nonteknis. Dengan demikian, potensi kendala dapat diidentifikasi sejak awal sebelum pelaksanaan sebenarnya.

Dalam kegiatan ini, SMA Negeri Jumapolo melibatkan seluruh siswa kelas XI sebagai peserta uji coba sistem. Hal ini sesuai dengan instruksi dari Dinas Pendidikan yang menetapkan bahwa siswa kelas XI dijadikan subjek simulasi. Di SMA Neger Jumapolo terdapat 10 rombongan belajar (rombel) pada kelas XI yang seluruhnya diikutsertakan. Total sebanyak 352 siswa mengikuti kegiatan ini secara serentak. Jumlah peserta yang cukup besar ini memberikan gambaran nyata terhadap kondisi pelaksanaan sistem secara massal. Selain itu, keterlibatan seluruh rombel memungkinkan evaluasi yang lebih menyeluruh. Dengan demikian, hasil uji coba dapat menjadi bahan perbaikan yang lebih akurat.

Sebelum memasuki tahap inti uji coba, siswa terlebih dahulu mengikuti kegiatan kokurikuler berupa Senam Anak Indonesia Hebat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan semangat siswa. Khusus untuk siswa kelas XI, kegiatan senam dipusatkan di lapangan upacara sekolah. Sementara itu, siswa kelas X tetap berada di kelas masing-masing untuk melaksanakan kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat. Suasana pagi hari diwarnai dengan antusiasme siswa dalam mengikuti senam bersama. Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan antar siswa. Setelah selesai, siswa kemudian bersiap untuk mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya.

Setelah kegiatan kokurikuler selesai, siswa kelas XI mendapatkan pengarahan langsung dari Kepala Sekolah, Drs. Narbuqo Nanang Sunarso, M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya keseriusan siswa dalam mengikuti uji coba ini. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar simulasi, tetapi juga bagian dari pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, siswa diharapkan mampu memahami prosedur pendaftaran secara mandiri. Kepala sekolah juga mengingatkan agar siswa mengikuti setiap tahapan dengan tertib. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan berjalan lancar dan sesuai rencana. Pengarahan ini menjadi pembuka sebelum masuk ke tahap teknis yang lebih detail.

Selanjutnya, penjelasan teknis disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Aris Tri Margono, S.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara rinci mengenai alur dan tahapan pelaksanaan uji coba massal. Mulai dari proses pembuatan akun hingga tahap daftar ulang dijelaskan secara sistematis. Selain itu, beliau juga menyampaikan rundown kegiatan agar siswa dapat mengikuti jadwal dengan baik. Penjelasan ini sangat penting untuk meminimalkan kesalahan saat praktik. Siswa terlihat memperhatikan dengan serius setiap instruksi yang diberikan. Dengan adanya pengarahan ini, diharapkan siswa lebih siap dalam menjalankan sistem.

Tahap pertama dalam uji coba dimulai dengan pengajuan akun yang dilaksanakan pada pukul 08.30 hingga 09.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan di dalam kelas masing-masing dengan pendampingan dari guru serta operator SPMB. Setiap kelas didampingi oleh satu pendamping dan satu operator untuk memastikan kelancaran proses. Siswa diminta untuk mengisi data sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses ini menjadi dasar bagi tahapan selanjutnya dalam sistem. Seluruh siswa mengikuti tahap ini dengan cukup tertib. Meskipun terdapat beberapa pertanyaan, secara umum proses berjalan lancar.

Setelah pengajuan akun selesai, siswa diarahkan menuju laboratorium komputer untuk melanjutkan tahap berikutnya. Pada tahap ini, siswa melakukan verifikasi akun, aktivasi akun, serta pemilihan sekolah tujuan. Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00 hingga 10.30 WIB dengan pengawasan ketat dari petugas. Laboratorium komputer dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kelancaran kegiatan. Siswa terlihat aktif mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh pendamping. Tahap ini menjadi bagian penting karena berkaitan langsung dengan proses seleksi. Dengan fasilitas yang memadai, kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Tahap selanjutnya adalah proses daftar ulang yang dilaksanakan pada pukul 10.30 hingga 11.30 WIB. Pada tahap ini, siswa diminta untuk menyelesaikan proses akhir dalam simulasi pendaftaran. Semua data yang telah diinput sebelumnya digunakan kembali dalam tahap ini. Siswa kembali didampingi oleh operator untuk memastikan tidak terjadi kesalahan. Proses ini menjadi simulasi akhir sebelum sistem dinyatakan selesai digunakan. Secara umum, siswa dapat mengikuti tahap ini dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap sistem cukup baik.

Setelah seluruh tahapan selesai, siswa diberikan kesempatan untuk mengisi formulir masukan terhadap sistem. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 11.30 hingga 12.00 WIB. Tujuan dari pengisian formulir ini adalah untuk mengumpulkan saran dan evaluasi dari pengguna langsung. Siswa diminta memberikan pendapat terkait kemudahan penggunaan serta kendala yang dialami. Hasil dari masukan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pengembang sistem. Dengan demikian, sistem dapat disempurnakan sebelum digunakan secara resmi. Partisipasi siswa dalam tahap ini sangat penting untuk peningkatan kualitas layanan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan uji coba massal SI-SPMB 2026 di SMA Negeri Jumapolo berjalan dengan lancar. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala teknis yang ditemukan selama kegiatan berlangsung. Di antaranya adalah beberapa dokumen dummy yang tidak dapat ditampilkan saat diverifikasi oleh operator. Selain itu, terdapat sebagian siswa yang mengalami kesulitan saat memilih opsi domisili khusus. Namun, kendala tersebut tidak berdampak signifikan terhadap jalannya kegiatan. Pihak sekolah menilai bahwa uji coba ini tetap berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Ke depan, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar perbaikan sistem agar lebih optimal dalam pelaksanaan SPMB 2026.