
SMA NEGERI JUMAPOLO DISTRIBUSIKAN BANTUAN GNOTA UNTUK 35 SISWA
Jumapolo, 4 September 2025 – SMA Negeri Jumapolo melaksanakan pendistribusian bantuan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) kepada 35 siswa dari kelas X, XI, dan XII. Kegiatan berlangsung di Ruang Meeting SMA Negeri Jumapolo pada jam istirahat pertama, pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian serta partisipasi Bapak/Ibu guru dalam mendukung keberlangsungan pendidikan siswa. Melalui program GNOTA, para guru secara sukarela menjadi “orang tua asuh” untuk meringankan kebutuhan belajar peserta didik.
Kepala SMA Negeri Jumapolo Drs. Narbuqo Nanang Sunarso menyampaikan apresiasinya kepada seluruh guru yang terlibat dalam program tersebut. “Kami berharap bantuan ini dapat menambah semangat anak-anak dalam belajar dan meraih prestasi. Kepedulian ini adalah bentuk nyata kerja sama antara sekolah dan para pendidik dalam mendukung generasi penerus bangsa.
Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) sendiri merupakan sebuah gerakan sosial yang bertujuan membantu anak-anak agar tetap dapat mengenyam pendidikan meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi. Dengan semangat gotong royong, program ini berupaya memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk belajar.
Di SMA Negeri Jumapolo, program ini dilaksanakan tidak hanya untuk membantu secara materiil, tetapi juga sebagai bentuk perhatian moral. Guru hadir bukan hanya sebagai pengajar, melainkan juga sebagai figur orang tua yang peduli terhadap kebutuhan dan perkembangan murid.
Para siswa penerima bantuan menyambut gembira kegiatan ini. Mereka mengungkapkan rasa syukur serta berjanji akan memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk membeli perlengkapan sekolah dan kebutuhan belajar lainnya.
Selain memberikan manfaat langsung, GNOTA juga membangun rasa kebersamaan dan ikatan emosional antara guru dan murid. Hal ini menumbuhkan suasana kekeluargaan di lingkungan sekolah, sehingga siswa merasa lebih percaya diri dan termotivasi.
Tujuan utama dari GNOTA adalah menumbuhkan semangat belajar dan mengurangi rasa khawatir siswa terkait biaya pendidikan. Dengan adanya program ini, siswa diharapkan mampu lebih fokus pada prestasi akademik maupun non-akademik.
Pihak sekolah berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain serta masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap pendidikan. “Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga gerakan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan berkembang,” tambah Kepala Sekolah.
Melalui kegiatan GNOTA, SMA Negeri Jumapolo menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dan berkelanjutan. Bantuan ini bukan hanya soal materi, tetapi juga semangat kebersamaan dalam membangun masa depan siswa yang lebih cerah.